Teks Khutbah Jumat Singkat tentang Rasulullah SAW Pemberi dan Pemilik Syafaat

Kastolani Marzuki
Teks Khutbah Jumat singkat tentang Rasulullah Saw. (Foto: ist)

Nabi Nuh berkata kepada mereka: Pergilah kepada Ibrahim. Lantas mereka mendatangi Ibrahim. Kemudian Ibrahim berkata kepada mereka: Bukan aku pemilik syafa’at ini. Lalu mereka mendatangi Nabi Musa. Musa berkata kepada mereka: Saya bukan pemilik syafa’at ini, pergilah kepada ‘Isa. Nabi ‘Isa pun berkata kepada mereka: Aku bukan pemilik syafa’at ini, pergilah kepada Muhammad. Mereka pun mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah bersujud kepada Tuhannya. Maka dikatakan kepadanya: Angkatlah kepalamu, berikanlah syafa’atmu maka syafa’atmu diterima, mintalah maka engkau akan diberi (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadirin yang berbahagia,

Bagaimana kita tidak wajib mencintai Baginda Muhammad?. Beliau adalah orang yang dicintai oleh Allah, Pencipta alam semesta. Seorang hamba yang dicintai oleh Pencipta kita, Pemberi rezeki kita, Dzat yang memelihara kita dan Dzat yang mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak meriwayatkan bahwa Nabi Adam ketika berbuat maksiat kepada Tuhannya (yang berupa dosa kecil yang tidak menunjukkan kehinaan dan kerendahan jiwa), maka Adam berkata –sebelum diciptakan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-: Wahai Tuhanku, dengan wasilah kemuliaan Muhammad, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengampuni dosaku. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada Adam: Wahai Adam, bagaimana engkau mengetahui Muhammad padahal aku belum mewujudkannya?. Nabi Adam pun berkata: Karena Engkau ya Allah, ketika mewujudkanku, aku mengangkat kepalaku maka aku lihat nama Muhammad tertulis di tiang-tiang penyangga ‘Arsy, tercatat disana:

لَا إلهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

maka aku mengetahui bahwa Engkau tidak akan  menyandarkan kepada nama-Mu kecuali makhluk yang paling engkau cintai (HR al-Hakim)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Seseorang yang mencintai orang lain tentulah akan mengutamakannya atas yang lain dan berusaha menurut kepadanya serta melakukan apa yang diperintahkannya. Jika hal ini tidak ia lakukan, maka ia tidak sungguh-sungguh mencintainya. Jadi orang yang sungguh-sungguh mencintai Baginda Nabi, akan tampak pada dirinya tanda-tanda kecintaan itu.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
9 hari lalu

Teks Khutbah Jumat Akhir Bulan Muharram 10 Juli 2026 Singkat Padat

22 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 10 Muharram / 26 Juni 2026 Singkat: Keutamaan Asyura

29 hari lalu

Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Singkat Penuh Hikmah: Pahala Hijrah di Bulan Muharram

1 bulan lalu

Teks Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Singkat Penuh Hikmah: Keutamaan Bulan Muharram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal