JAKARTA, iNews.id - Takbiran Hari Raya Idul Adha dianjurkan untuk dikumandangkan umat Islam sebagai salah satu bentuk syiar dan rasa syukur umat Islam kepada Allah SWT. Bagi Anda yang ingin mengamalkannya di masjid maupun di rumah, berikut bacaan takbiran Idul Adha lengkap dengan teks latin dan artinya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan dalam sidang isbat yang digelar 17 Mei 2026 menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu (27/5/2026).
Para ulama telah sepakat bahwasanya bertakbir atau takbiran pada hari raya itu termasuk sesuatu yang disyariatkan dalam Islam. Bahkan para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah dan bertakbir pada hari raya karena hal ini termasuk salahsatu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.
Dalil yang menganjurkan untuk bertakbir pada hari raya juga lumayan banyak jumlahnya. Baik dalil dari Al-quran maupun dalil dari Hadits nabi Muhammad SAW. Adapun dalil dari Al-quran diantaranya adalah surat Al-baqoroh ayat 185 dan 203 dan surat Al-hajj ayat 28 :
وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menganjurkan bertakbir sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits yang berbunyi:
زينوا أعيادكم بالتكبير
"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."
Takbir pada hari raya idhul adha dimulai sejak maghrib malam hari raya dan berakhir hingga waktu Ashar pada akhir hari Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.
Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Ajib Lc menjelaskan, para ulama membedakan antara takbir hari raya idhul fitri dan takbir hari raya idhul adha. Takbir pada hari raya idhul adha para ulama berselisih pendapat tentang waktunya. Imam Nawawi di dalam kitab Roudhotu At-Tholibiin wa Umdatu Al-Muftiin mengatakan bahwa takbir pada hari raya idhul adha itu dibagi menjadi dua.
Takbir muqoyyad dan takbir mursal. Takbir muqoyyad adalah takbir yang dikumandangkan setelah menunaikan sholat fardhu. Adapun takbir mursal adalah takbir yang dikumandangkan kapan pun dan di mana pun.
Sedangkan mazhab Hanbali, Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-Mughni mengatakan bahwa takbir pada hari raya idhul adha dikumandangkan sejak fajar hari Arafah dan berakhir hingga waktu Ashar pada akhir hari Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.