تَبٰرَكَ الَّذِىۡ بِيَدِهِ الۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرُۙ
Latin: Tabaarakal lazii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli shai-in qadiir
Artinya: Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah Yang Maha Suci dan yang tidak terhingga rahmat-Nya, adalah penguasa semua kerajaan dunia yang fana dengan segala macam isinya, dan kerajaan akhirat yang terjadi setelah lenyapnya kerajaan dunia.
Berdasarkan Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzim al-Qur'an, ayat tersebut berisi penjelasan tentang keagungan Allah; bahwa Dia adalah Pemilik seluruh kebaikan dan Dia memberi keberkahan bagi hamba-Nya yang Dia kehendaki.
Dan hanya Allah yang berkuasa di alam semesta; kekuasaan-Nya tidak ada batasnya, tidak ada yang sulit bagi-Nya; berbuat segala yang Dia kehendaki di kerajaan-Nya.
Tafsir ringkas Kemenag RI menjelaskan bahwa surah sebelumnya yaitu At Tahr'm, diakhiri dengan uraian tentang kebinasaan yang menimpa siapa yang durhaka tanpa dapat ditolong oleh siapa pun, seperti halnya istri Nuh dan Lut.