Ibnu Jarir meriwayatkan, ada salah seorang yang menunjukan posisi Nabi SAW. Mereka mengatakan, "Inilah Muhammad." Tetapi Abu Jahal bertanya, Mana dia, mana dia ?" Ternyata dia tidak dapat melihatnya.
Dalam riwayat lain, Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Abu Jahal pernah berkata saat mereka sedang duduk, "Sesungguhnya Muhammad mengira bahwa jika kalian mengikutinya, pastilah kalian akan menjadi raja-raja. Dan apabila kalian telah mati, maka kelak akan dibangkitkan hidup kembali sesudah mati kalian, lalu kalian akan mendapatkan taman-taman surga yang lebih baik daripada taman-taman negeri Yordan. Dan jika kalian menentangnya, maka kalian akan disembelih olehnya (yakni dibunuh), kemudian kalian dibangkitkan sesudah mati kalian dan kalian akan mendapat neraka tempat kalian disiksa di dalamnya.
Lalu Rasulullah SAW saat itu keluar menyambut mereka, sedangkan di tangan Nabi SAW terdapat segenggam pasir, dan Allah Swt telah menutup pandangan mereka dari Nabi Saw.
Kemudian Nabi SAW menaburkan pasir itu di atas kepala mereka seraya membaca firman-Nya, Ya sin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah. (Yasin: 1-2) sampai dengan firman-Nya: Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (Yasin: 9).
Setelah itu, Rasulullah SAW pergi menunaikan keperluannya, dan mereka semalaman mengincar keluarnya Nabi SAW di depan pintu rumahnya, sehingga keluarlah seseorang sesudah itu dari pintu yang dipakai keluar oleh Nabi Saw. Dari rumah Nabi SAW, lalu orang itu bertanya keheranan, "Sedang apa kalian di sini?" Mereka menjawab, "Kami sedang menunggu Muhammad."