Kata Hamka, orang kafir itu telah membuat perumpamaan bagi Allah dan seakan-akan menyamakan perkara Allah dengan dirinya. Manusia biasa tentu tidak mungkin bisa menghidupkan kembali tulang yang telah hancur, tetapi Allah Yang Maha Kuasa tentu tidak bisa disamakan dengan apapun.
Allah Swt yang kuasa mewujudkan sesuatu untuk pertama kalinya, tentulah kuasa pula mewujudkannya untuk yang kedua kalinya, karena telah pernah ada bahannya. Meskipun demikian, menurut Quraish, tidak ada istilah “lebih mudah” maupun “lebih sulit” bagi Allah Swt.
Selain Maha Kuasa, Allah Swt juga Maha Mengetahui akan ciptaannya. Kutipan akhir ayat 79 itu mengisyaratkan bahwa Allah tidak pernah lupa akan sesuatu yang telah Ia ciptakan sebelumnya. Oleh karena itu penciptaan yang kedua kalinya tidaklah susah bagi Allah Swt.
Kesimpulan tafsir surat Yasin ayat 78-79 di atas dapat dimaknai bahwa Allah Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui. Mudah saja bagi Allah menciptakan atau membangkitkan makhluknya kembali. Wallahu a’lam bissawab