Penemuan bermula saat peneliti mulai menggali situs kuno di pasang pasir yang berada di Lembah Timna, Israel Selatan pada 1964. Peneliti menemukan sebuah terowongan di Saluran Smithsonian yang diduga merupakan tempat pekerja dari abad ke-8 SM.
Dari situlah, situs kuno berupa jaringan ranjau ditemukan dan diyakini dulunya pernah dikerjakan oleh pekerja-pekerja di bawah perintah Nabi Sulaiman.
Lebih lanjut, peneliti juga menemukan bijih tembaga berhasil dipisahkan dari batuan yang ditambang dari situs kuno tersebut.
Profesor Erez Ben-Yosef dari Universitas Tel Aviv bahkan telah menetapkan bahwa situs kuno tersebut memang benar merupakan lokasi pertambangan pada masa pemerintahan Nabi Sulaiman di 3.000 tahun yang lalu.
Ia juga menuturkan bahwa hasil pertambangan tersebut berupa tembaga, bukan emas atau perak.
“Semua ampas bijih hitam yang ditemukan merupakan limbah dari tungku,” kata Profesor Erez Ben-Yosef.