Karena sholawat ini menemukan momentum di saat kaum muslimin sedang dalam suasana genting. Itu sebabnya dahulu pada masa penjajahan di pesantren-pesantren, musala, masjid, Surau, maupun majelis taklim, para kiai dan santri senantiasa membaca shalawat ini.
Berikut adalah lirik Sholawat Asyghil:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’iin.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang dzalim dengan orang dzalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat Nabi SAW.”
Keutamaan Sholawat
Bagi umat Islam, bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan yang besar dan menghasilkan manfaat yang banyak di dunia dan akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT sebagai berikut: