Diriwayatkan dari Anas, Ikrimah, Muhammad ibnul Munkadir, Abu Hazim, dan Qatadah, bahwa yang dimaksud ayat tersebut ialah menunggu di antara dua salat Isya (Magrib dan Isya). Diriwayatkan dari Anas pula bahwa makna yang dimaksud ialah menunggu kedatangan waktu salat Isya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang jayyid (baik).
Niat dan Tata Cara Sholat Awwabin
Di antara beberapa sholat sunah yang tidak disunahkan berjama'ah dikutip dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah KTB (PISS-KTB) adalah "sholat awwaabiin" yaitu sholat yang waktu pengerjaannya di antara maghrib dan 'isya yang berjumlah 20 rokaat . Terdapat beberapa qoul mengenai jumlah sholat ini yakni dalam riwayat lain berjumlah 6 (enam) rokaat, ada juga empat rokaat, dan ada juga yang menyebut dua rokaat.
Ini adalah jumlah rokaat minimal dan bisa terlaksana sebab melakukan sholat qodlo, ada', ataupun sholat sunnah sebagaimana sholat tahiyyatul masjid, berbeda dengan perdapat / fatwa syaikh Ibnu Hajar dalam kitab fatawinya, sedang waktu yang paling utama dalam pelaksanaan sholat awwaabiin adalah setelah dzikir ba'da maghrib. (Kitab Fathul Mu'in Hamsy i'anah ath-tholibin 1 : 258 -259).
Bacaan Niat Sholat Awwabin:
اُصَلِّى سُنَّةً الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal awwabiina rak'ataini lillahi ta'aalaa.
Artinya : "Aku niat shalat sunah awwabin dua rakaat karena Allah ta'ala".
Setelah membaca takbir dan Surat Al fatikhah, di rokaat pertama dianjurkan membaca Surat Al Ikhlas. Sedangkan di rakaat kedua membaca Surat Al Falaq dan Surat An Nas setelah membaca Al Fatihah.
ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻚ ﻓﺈﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﺑﺤﻀﻮﺭ ﻗﻠﺐﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺘﻮﺩﻋﻚ ﺇﻳﻤﺎﻧﻲ ﻓﻰ ﺣﻴﺎﺗﻲ ﻭﻋﻨﺪ ﻣﻤﺎﺗﻲ ﻭﺑﻌﺪﻣﻤﺎﺗﻲ ﻓﺎﺣﻔﻈﻪ ﻋﻠﻲ ﺇﻧﻚ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲ ﻗﺪﻳﺮ # ﺍﻩ ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺻﺤﻴﻔﺔ 258 - 259