Sebagaimana hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ
Artinya :Dari Jabir bin Abdullah Ra, berkata, “Rasulullah mengajarkan kepada kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kami Surat Alquran. Jika diantara kalian ingin melakukan suatu perkara/urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat (istikharah): kemudian membaca doa (HR. Bukhari)”.
Waktu Shalat Istikharah
Shalat istikharah ini dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, asalkan bukan dikerjakan pada tiga waktu yang terlarang, yakni ketika matahari terbit atau sedang berada di tengah atau sedang terbenam.
Tata Cara Shalat Istikharah
Para ulama sepakat pada dua perkara mengenai jumlah rakaat yang dikerjakan pada shalat istikharah yakni dua rakaat yang diawali niat dan diakhiri salam.
Pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua Surat Al Ikhlas. Selesai menjalankan shalat, dianjurkan membaca istighfar dan zikir. Setelah itu, memanjatkan doa istikharah.