Adapun pensyaritan shalat, pada mulanya ketika nabi Muhammad SAW tiba di Madinah beliau shalat selama lebih kurang tujuh belas bulan menghadap arah Baitul Maqdis, hingga akhirnya Allah menurunkan ayat-Nya:
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا
“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai” (QS. Al-Baqarah: 144)
Sehingga terjadi perubahan arab kiblat dengan menghadap ke arah Masjid Haram, dan ini dinilai sebagai tahapan pertama dalam pensyariatan shalat.
Muadz Melanjutkan, tatkala mereka berkumpul di masjid untuk shalat maka satu dengan yang lainnya saling memanggil untuk shalat, hampir-hampir diantara mereka ada yang membunyikan suara lonceng agar dengan mudah mengumpulkan jamaah untuk shalat.