GP Ansor sangat prihatin lantaran hanya dalam waktu tersebut wabah ini telah merenggut nyawa lebih dari 82.000 orang. Tak hanya itu, wabah ini juga memorakporandakan berbagai sendi kehidupan, seperti ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya.
Di sisi lain, kata Luthfi, GP Ansor juga mendukung penuh langkah pemerintah yang tengah berupaya keras menangani pandemi ini agar bisa berakhir. Termasuk kebijakan pemerintah yang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga Minggu (25/7/2021).
“Kita harus ikuti arahan pemerintah karena itu merupakan bagian upaya melindungi masyarakat,” katanyanya.
Di tengah kasus Covid-19 yang masih tinggi ini, Luthfi juga mengajak para kader Ansor untuk terus mematuhi protokol Kesehatan 5 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
Dengan mematuhi prokes dan anjuran yang disampaikan oleh pemerintah, dia meyakini, kasus Covid-19 akan bisa cepat menurun.
“Musibah ini meski membuat kita menjadi terbatasi dan hidup tak normal, namun akan banyak hikmah yang bisa kita ambil,” kata dia.
Kegiatan bertajuk Pembacaan Salawat Nariyah dan Doa untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah ini juga diisi ceramah oleh Pengasuh Ponpes Al Husna Kajen, Pati KH Nadhif Abdul Mudjib. Adapun doa penutup dipimpin oleh KH R Machfud Hamid dari Ponpes Al Anwar, Maron, Purworejo.