Kemudian hanya kepada Allah-lah kalian dikembalikan; barang siapa yang selalu taat kepada-Nya, maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang sebaik-baiknya dan memberikan pahalanya dengan penuh.
KH Muhammad Sholikin dalam bukunya Ritual dan Tradisi Islam Jawa dijelaskan, menurut Ibnu Qayyim ruh setelah dicabut dari jasadnya terbagi dua yakni ruh yang merasakan kenikmatan dan ruh yang mendapat siksa.
Adapun yang merasakan siksa ruhnya tidak sempat kembali dan bertemu dengan jasadnya. Sedangkan yang merasakan kenikmatan ruhnya diberikan waktu untuk kembali ke jasadnya. Ruh dan jasad saling bertemu dan saling menceritakan tentang apa apa yang terjadi di dunia, juga tentang keadaan mereka ketika menjadi penduduk dunia.
Mengenai perjalanan ruh manusia setelah kematian disebutkan dalam sejumlah hadits shahih berikut, di antaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah Saw untuk melayat jenazah seorang Ansar. Setelah kami sampai di kuburnya, si jenazah masih belum dimasukkan ke liang lahadnya. Maka Rasulullah Saw. duduk, dan kami duduk di sekitarnya, saat itu di atas kepala kami seakan-akan ada burung.