وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu.(QS. Al-Araf : 145)
Selain Nabi Musa juga ada suhuf Nabi Ibrahim alaihissalam disebutkan dalam Al-Quran :
صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ
(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa (QS. Al-Ala : 19)
Pembukuan Al Qur'an
Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat MA dalam bukunya Sejarah Al-Quran menjelaskan, buku yang pertama kali ditulis dalam sejarah Islam adalah Al-Quran. Pembukuan Al-Quran ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan salah satu nama Al-Quran, yaitu Al-Kitab. Maksudnya ketika belum diturunkan, Al-Quran itu tidak berwujud buku, tapi berupa suara Malaikat Jibril yang menirukan kalamullah (perkataan Allah SWT).
Jangan pernah membayangkan Jibril turun membawa sebuah buku bertuliskan ayat-ayat Al-Quran dalam aksara Arab, yang berisi 6.236 ayat, 30 juz dan 114 surat. Apapagi sampai ada terjemahannya berbahasa Indonesia yang sudah direvisi. Tidak, sama sekali tidak.