Orang yang Meriwayatkan Hadits Disebut Rawi, Ini Penjelasan Perawi, Sanad & Matan

Kastolani Marzuki
Orang yang meriwayatkan hadits disebut dengan istilah rawi atau perawi. (Foto: ist)

Semua yang mereka terima dan dengar dipahami dengan baik dan dipelihara melalui hafalan yang kuat. Apa yang mereka dapati dan hafal mengenai hadits Nabi kemudian disampaikan ke sahabat lainnya yang belum mengetahui atau kepada para tabi'in.

Para Tabi'in pun melakukan hal yang sama dengan memenyampaikan hadits Nabi SAW kepada para tabi'in lain dan tabi' al tabiin. Hal ini untuk melestarikan dan menjaga keaslian hadits Nabi SAW.

Sejarah Pembukuan Hadits

Periwayatan dan pemeliharaan hadits Nabi SAW ini berlangsung hingga dimulainya penghimpunan hadits pada masa pemerintahan Umar ibn Abdul Azis (99 H/717 M - 102 H /720 M).

Usaha tersebut salah satunya dipelopori oleh Abu Bakar Muhammad ibn Syihab al Zuhri.

Usaha penghimpunan, penyeleksian, penulisan dan pembukuan hadits besar-besaran terjadi pada abad 3 Hijriah yang dilakukan para ulama seperti Imam al Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud dan Imam at Tirmidzi, serta Iman Ibnu Majah dan lain-lainnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Cara Selamat dari Yakjuj dan Makjuj, Begini Menurut Al Quran dan Hadits

4 tahun lalu

Perbedaan Hadits Mu'dhal dan Munqathi, Berikut Penjelasan Lengkapnya

5 tahun lalu

Jihad Utama Perempuan Dalam Hadits Nabi SAW

5 tahun lalu

9 Ciri-Ciri Dajjal Keluar Sebelum Kiamat dalam Hadits Nabi SAW

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal