Ketua NU Care-LAZISNU, M Wahib Emha menuturkan, program Nusantara Berqurban secara garis besar menyasar wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), wilayah zona merah Covid-19, wilayah terdampak bencana, hingga masyarakat terdampak konflik di Palestina yang mengunngsi di Kamp Talbiyah, di wilayah Amman.
“Idul qurban adalah momentum mendekatkan diri kepada Allah dengan turut berbagi dan peduli. Apalagi saat negara mengalami persoalan genting akibat pandemi, yang juga berdampak pada kehidupan masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/7/2021).
Untuk itu, kata dia, NU Care-LAZISNU berupaya hadir menemani masyarakat, salah satu caranya dengan memberikan daging qurban kepada para duafa, masyarakat rentan, difabel, warga terdampak bencana, pasien isolasi mandiri, petugas pemulasaraan dan penggali kubur jenazah Covid-19, tenaga kesehatan, hingga masyarakat terdampak konflik di Palestina.
“Semoga Program Nusantara Berqurban menjadi pelipur lara dan membantu bagi masyarakat yang menerima,” papar Wahib.
Program Nusantara Berqurban tahun ini, berfokus pada penghimpunan hewan qurban secara daring (online). Hal ini dikarenakan adanya pandemik yang sampai ini belum berakhir dan tentunya demi kemudahan bersama dengan tetap menjalankan protocol kesehatan yang ada.