مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
“Siapa saja yang ikut shalat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai maka untuknya itu dicatat seperti shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).
Sholat tarawih dapat dilakukan secara munfarid maupun berjamaah. Waktu pelaksanaannya dapat dijalankan pada malam hari antara setelah shalat isya sampai terbit fajar atau subuh.
Namun, tidak ada hadits yang menjelaskan secara gamblang mengenai jumlah rakaat shalat tarawih. Ada yang mengerjakan 11 rakaat dengan rincian 8 rakaat shalat tarawih dan 3 rakaat shalat witir. Selain itu, tarawih juga sering dijalankan 23 rakaat dengan rincian 20 rakaat shalat tarawih ditambah 3 rakaat shalat witir.
Secara teknis, dapat juga dilaksanakan dalam 4 rakaat. Bagaimana maksudnya? Berikut ini adalah ulasannya.
Istilah sholat tarawih 4 rakaat merujuk pada teknis pelaksanaannya. Misalnya, jika mengerjakan sholat tarawih dan witir 11 rakaat, maka dapat dilakukan dalam 4 rakaat sekali salam dengan formasi 4-4-3.