Berhala-berhala itu ada kursi-kursi yang terbuat dari emas yg di dalamnya terdapat bermacam-macam perhiasan yang megah serta ada pelayan yang melayaninya pada siang malam,dan juga mempunyai hari raya yang diperingati setiap tahunnya.
Pada hari raya itu Nuh keluar,dan mereka pada menyalakan api disekitar berhala-berhala itu mempersembahkan kurban lalu mereka semua bersujud memulyakan berhala-berhala tadi. Mereka semua membawa alat-alat musik,menabuh gong dan menari-nari berpesta ria sambil meminum arak dan berpesta seks.
Namun, peringatan dan ajakan Nabi Nuh as tersebut tidak digubris sang raja dan rakyatnya. Nuh kemudian mengadukan masalah yang dihadapinya kepada Allah SWT sebagaimana yang termaktub dalam Alquran.
{وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ}
Artinya: Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami, maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (Ash-Shaffat: 75).
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَّنَهَارًاۙ
فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَاۤءِيْٓ اِلَّا فِرَارًا