لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْ
“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadid: 23)
Beriman kepada qada dan qadar membantu seseorang untuk mengembangkan rasa syukur dan redha terhadap segala kondisi dan kejadian dalam hidupnya, baik suka maupun duka.
Seseorang akan mengerti bahwa setiap hal yang terjadi adalah kehendak Allah, dan dia akan bersyukur serta merasa ridha dengan ketetapan-Nya.
Keyakinan dalam qada dan qadar membuat seseorang melepaskan rasa takut dan kecemasan berlebihan terhadap masa depan. Individu yang beriman akan menyadari bahwa Allah adalah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dalam menentukan nasib mereka, sehingga mereka tidak perlu terlalu khawatir tentang apa yang akan terjadi.
Beriman kepada qada dan qadar mengajarkan tawakal, yaitu meletakkan segala urusan kepada Allah dan bergantung sepenuhnya pada-Nya. Seseorang yang benar-benar beriman akan melepaskan kendali dirinya dan mengandalkan Allah dalam segala hal, termasuk dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup.