Tidak Beriman
Ustaz Ahmad Zarkasih Lc dari Rumah Fiqih Indonesia menjelaskan, dalam banyak teks syariah, baik Al Qur'an atau juga hadits-hadits Rasulullah SAW, banyak dijelaskan bahwa memang agama ini tidak hanya menuntut umatnya untuk menjadi orang yang saleh ritual yang bentuknya vertikal hanya kepada Allah SWT, tapi juga agama ini menuntut umatnya untuk jadi orang yang saleh sosial dan menjadi rahmat bagi sekitar dan sekalian alam.
Ibadah ritual yang bentuknya vertikal, yang tidak ada hubungan manusia di dalamnya sering digambarkan dengan shalat. Dalam Al Qur’an perintah shalat itu ada di 17 tempat. Sedangkan zakat yang merupakan ibadah horizontal, yang punya dimensi sosial disebutkan dalam Al Qura'n di 30 tempat. Dengan redaksi sedekah ada di 12 tempat. Kalau digabung dengan ibadah-ibadah lain yang juga punya dimensi sama; yakni sosial, seperti infaq, memberi makan si miskin, menyantuni kaum papa jumlahnya mencapai 60 tempat dalam Al Qur’an.
Dalam shahih Al-Bukhari, Nabi SAW mengatakan bahwa “laa yu’min”, tidak beriman, sampai 3 kali nabi mengatakan itu. Tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman, orang muslim yang tidak menjaga tetangganya dari musibah. Mungkin memang tidak bisa menolak musibah datang, akan tetapi maksudnya jangan sampai kita cuek dengan tetangga dan sekitar.
والله لا يؤمن والله لا يؤمن والله لا يؤمن قالوا من ذلك يا رسول الله قال من لا يأمن جاره بوائقة
Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman”. Para sahabat bertanya: “siapa yang tidak beriman ya rasul?”. Beliau menjawab: “dia yang tidak menjaga tetangganya dari musibah”. (HR al-Bukhari)