Menurut dia, banyaknya jamaah Indonesia yang mengalami dehidrasi kemungkinan kurang memperhatikan kebutuhan asupan air. Hal ini beralasan, sebab cuaca di Madinah saat ini tergolong tinggi karena di siang hari bisa mencapai 45 derajat Celsius. Bagi jamaah Indonesia, suhu ini tergolong ekstrem dan tentu tubuh membutuhkan proses untuk penyesuaian.
Berpijak dengan kondisi tersebut, dr Enny mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan diri keluar hotel di siang hari jika tidak mendesak. Apalagi saat keluar tidak mengenakan alas kaki atau sandal yang sangat terbuka.
Dia mengungkapkan, beberapa jamaah diketahui kakinya melepuh karena jalan tidak mengenakan sandal atau sepatu. Untuk itu, dirinya meminta jamaah selalu berhati-hati dan mematuhi anjuran yang selama ini diberikan oleh petugas.
Dia juga meminta jamaah untuk banyak mengonsumsi air putih. Bahkan ketika menuju di Masjid Nabawi, jamaah dianjurkan membawa botol air yang sewaktu-waktu bisa diminum.
Di dalam masjid, jamaah juga tak perlu segan untuk mengisi dengan air zamzam demi tetap menjaga kesegaran tubuh. “Jika keluar dari hotel, lebih baik memakai alas kaki dilengkapi dengan kaus kaki. Botol minum juga jangan sampai lupa,” katanya.