JAKARTA, iNews.id - Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Salah satu di antaranya adalah Lailatul Qadar, satu malam yang oleh Alquran dinamai "lebih baik daripada seribu bulan".
Tetapi, apa dan bagaimana malam itu? Apakah ia terjadi sekali saja yakni pada malam ketika turunnya Alquran 15 abad yang lalu atau terjadi setiap bulan Ramadan sepanjang sejarah?
Bagaimana kedatangannya, apakah setiap orang yang menantinya pasti akan mendapatkannya? Benarkah ada tanda-tanda fisik material yang menyertai kehadirannya (seperti membekunya air, heningnya malam dan menunduknya pepohonan,dan sebagainya)?
Yang pasti, dan ini harus diimani oleh setiap Muslim berdasarkan pernyataan Alquran, bahwa "Ada suatu malam yang bernama Lailat Al-Qadr"(QS 97:1) dan bahwa malam itu adalah "malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar.
Mufasir Indonesia, Quraish Shihab dalam bukunya “Membumikan Alquran” menjelaskan, kata qadr sendiri paling tidak digunakan untuk tiga arti: Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al Qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.