Setelah dirayu dengan imbalan yang menggiurkan, sang istri mengiyakan ajakan tersebut untuk membunuh Syam’un. Maka orang-orang yang tidak beriman memberikan ide agar dia mengikat tangan dan kaki Syam’un sewaktu tidur, untuk kemudian mereka akan membunuhnya dengan beramai-ramai.
Rencana tersebut awalnya berjalan mulus. Namun, ketika bangun, Syam’un dengan mudah dapat melepaskan tali yang mengikatnya dengan satu ucapan doa.
Gagal dengan rencana pertama, orang kafir menyusun rencana lainnya, yakni Syam’un diikat dengan rantai besi. Namun, dengan sekali hentakan Syam’un pun dapat menghancurkan rantai tersebut.
Karena penasaran, sang istri akhirnya bertanya kepada Syam’un, “Kamu ini kan manusia, pasti suatu saat mati juga. Tapi apa dan bagaimana kelemahanmu?”
“Kelemahanku sebenarnya rambutku sendiri,” jawab Syam’un.
Lalu, pada suatu malam di saat orang tidur, istri Syam’un memotong rambut suaminya yang panjang kemudian diikatkan ke badan Syam’un. Berhasil, esoknya Syam’un benar-benar tidak bisa bergerak. Kabar ini segera diumumkan kepada semua orang, bahwa Syam'un sudah terjerat. Kemudian, Syam’un yang sudah tidak berdaya dibawa menuju sebuah gedung untuk dieksekusi mati.