Ada pedoman untuk menjalankan kita didalam melaksanakan otoritas dan mandat itu. Kita ini mandatarisnya Allah, khalifatullah fil-ardhi. Maka karena mandataris ada pertanggung jawaban, ada mas’uliyyah. Setiap mandat yang diberikan, setiap kekuasaan yang diberikan itu berkonsekuensi akan adanya mas’uliyyah, ada pertanggung jawaban. Ukuran dari pertanggung jawaban itu jelas. Ukuran agama yang sesuai apa yang digariskan baik didalam Al Quran, Hadits, dan seluruh penjabaran para ulama itu. Kitapun diberi akal.
Andaikata didalam Al Quran belum ada detail, belum ada penjabaran secara terperinci. Maka akal pikiran kita diberikan kewenangan untuk memberikan atas sebuah masalah atau kasus yang harus kita fahami. Karena akal manusia yang salim, yang hati yang benar itu pasti dia akan melakukan pilihan dan pikiran yang baik didalam melakukan sebuah tindakan atau mengambil keputusan.
Maasyiral muslimin rahimakumullah
Mandataris itu karena kekuasaan, karena khalifah. Maka melekat didalamnya kekuasaan. Kita ada otoritas ada kekuasaan untuk melakukan sesuatu dalam rangka untuk menjalankan fungsi itu. Al-isti’maru wal istikhlaf dalam penafsiran ulama ada yang menafsirkan khalifatullah. Al-istikhlaf wal isti’mal ada yang fungsi yang berkaitan dengan perwakilan sesuai yang digariskan isti’mar ada yang sifat yang berfungsi inovatif melakukan kegiatan-kegiatan yang inovatis yang mampu untuk memberikan kesejahteraan, kemakmuran bagi kehidupan manusia di atas dunia ini.
Kekuasaan itu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Oleh karena itu, orang yang berpuasai itu harus disertai oleh kemampuan dengan ilmu, kekuasaan dimanapun. Karena dia mengambil keputusan dan kebijakan ketika kekuasaan, ketika otoritas untuk ememprngaruhi orang lain, berbuat atau tidak berbuat itu tidak disertai ilmu yang cukup, maka tentu untuk mengambil sebuah keputusan yang adil, menngambil keputusan yang bijaksana itu tentu menjadi sangat sulit.
Oleh karena itulah, harus setiap bentuk mandat yang diberikan kepada kita harus disertai dengan kemampuan yang baik, kemampuan yang cukup hingga mandat dan kekuasaan itu bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu perlu ilmu, perlu latihan, perlu kebiasaan, perlu terus kita mengasah kemampuan, ketika pada akhirnya nanti kita diberikan kekuasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kekuasaan yang diberikan itu mampu kita berikan untuk menjadi sesuatu yang terbaik dalam hidup ini. Setiap orang punya itu, setiap orang itu punya otoritas itu dalam skala yang kecil maupun yang besar.