Pengurus Lembaga Dakwah PBNU KH Ade Muzaini Aziz MA dikutip dari laman dakwahnu mengatakan, mudarasah atau menyelami lautan mutiara ajaran Alquran dilakukan Bagina Nabi Muhammad SAW bersama Ruuhul Quds, yakni Malaikat Jibril alaihisalam.
"Inilah salah satu tradisi yang dilakukan Rasulullah di bulan Ramadhan. Betapa Rasulullah dalam kapasitasnya selaku penerima langsung wahyu Allah (Alquran), Nabi SAW masih berupaya memahami kandungan Alquran bersama teman belajarnya yang teramat mulia, Malaikat Jibril as," katanya.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
عن ابن عباس قال: كان رسول الله صلى الله عليه و سلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه و سلم أجود بالخير من الريح المرسلة (متفق عليه)
Ibnu Abbas ra. berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah manusia paling dermawan, dan ia berada dalam kondisi terdermawannya ketika di bulan Ramadhan, yaitu ketika Malaikat Jibril menemuinya. Dan Malaikat Jibril senantiasa menemuinya pada setiap malam Ramadhan untuk mudaarasah al-Qur`an. Dan keadaan Rasulullah ketika ia ditemui oleh Malaikat Jibril adalah lebih dermawan daripada angin yang berhembus. (HR. Bukhari-Muslim)
Agar menghidupkan tradisi membaca Alquran di bulan Ramadhan bisa dilakukan secara efektif dan optimal, maka hendaknya syarat utama dipenuhi, yaitu haqqa tilawatih.