Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Kastolani Marzuki
Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura meruapakan puasa sunnah di Bulan Muharram yang istimewa. (Foto: ist)

Dalam riwayat lain dari jalur Abdullah bin Abbas, Rasulullah Saw berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk turut berpuasa. Suatu ketika, mereka berkata, “Ya Rasulullah, ini hari yang dimuliakan oleh orang Yahudi dan Nasrani”.

Mendengar jawaban tersebut, Nabi berkata, “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, insyaAllah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan juga”. Namun, Rasulullah wafat sebelum tahun berikutnya tiba (H.R Muslim 1916).

Sebelum melaksanakan puasa Tasu'a, perlu mengetahui niatnya. Sebab, segala perbuatan atau amal bergantung pada niat. 

Berikut Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram):

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى

Nawaitu Shouma Taasuu'aa Sunnatan Lillahi Ta'ala.

"Aku niat berpuasa Tasu'a (hari kesembilan Muharam) sunnah karena Allah Ta'ala".

Setelah melaksanakan puasa Tasu'a, dianjurkan untuk mengerjakan puasa Asyura 10 Muharram. Puasa Asyura ini disebut penghulunya amal di Bulan Muharram.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keutamaan Puasa Asyura Lengkap dengan Hadits, Bisa Hapus Dosa Setahun

57 tahun lalu

4 Orang Tewas Tersengat Listrik saat Perayaan Keagamaan di India

57 tahun lalu

5 Amalan 10 Muharram yang Dianjurkan, Nomor 4 Hari Rayanya Anak Yatim

57 tahun lalu

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura 9-10 Muharram 1443 H, Dalil serta Keutamaannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal