Berdasarkan Tafsir Ash-Shaghir, diwajibkannya berpuasa tak lain adalah agar kita bertaqwa. Dengan berpuasa Ramadhan, maka umat Muslim telah menjalankan salah satu perintah Allah.
Menjalankan puasa Ramadhan adalah wujud keimanan seorang Muslim terhadap Allah. Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
Puasa juga menunjukkan bukti ketaatan kepada Allah. Hal itu sebagaimana termaktub dalam hadits berikut: