Pada praktiknya, seseorang yang mengerjakan puasa Asyura akan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dari sebelum terbit fajar sampai terbenanmnya matahari di tanggal 10 Muharram.
Sama seperti saat mengerjakan puasa lainnya, seseorang harus melakukan niat pada puasa Asyura, sehingga bacaannya berikut ini harus diketahui.
Niat puasa Asyura di malam hari
Adapun niat puasa Asyura yang dilafalkan di malam hari atau sebelum terbit fajar di tanggal 10 Muharram adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa 'Asyuro esok hari sunnah karena Allah Ta'ala.”
Karena puasa Asyura merupakan puasa sunnah, maka bacaan niatnya bisa juga dilafalkan di pagi hari, asalkan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari waktu masuk terbit fajar.
Berikut ini adalah bacaan niat puasa Asyura di pagi hari atau setelah terbit fajar.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura pada hari ini karena Allah SWT.”
Di tahun ini, 10 Muharram akan jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2022.
Maka hari itu, bacaan niat puasa Asyura tersebut bisa dilafalkan pada hari Sabtu waktu dini hari atau saat pagi hari.