Perintah membaca Alquran dengan tartil juga tertuang dalam Alquran. Allah SWT berfirman:
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ
Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4)
Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut di atas adalah bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-lahan) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca.
Salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid yakni nun mati dan tanwin. Hukum ini berlaku jika nun sukun atau tanwin bertemu huruf-huruf hijaiyah tertentu. Nun mati disebut juga nun sakinah. Nun mati adalah nun yang tidak berbaris, menggunakan harakat sukun sehingga nun itu tidak dapat dibunyikan kecuali diawali huruf lain.
Sedangkan tanwin adalah nun mati yang bertempat di akhir isim (kata benda) yang terlihat apabila dibaca washal (sambung dengan kata lain) dan hilang ketika ditulis (diwakafkan). Berikut ulasan hukum bacaan nun mati dan contohnya.