JAKARTA, iNews.id - Ada banyak hikmah gerhana bulandalam Islam yang bisa dipetik dan direnungkan. Dalam ajaran Islam, gerhana bulan total maupun sebagian merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT yang mengatur alam raya dan peredaran bulan serta matahari sedemikian rapi dan teraturnya.
Hal ini disebutkan dalam Al Quran, Surat Fushilat ayat 37. Allah SWT berfirman
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya: Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37).
Islam juga menekankan bahwa gerhana bulan maupun matahari tidak ada kaitannya dengan kematian maupun kelahiran seseorang, termasuk tanda kesialan di dalamnya.
Nabi SAW bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ