حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «الَّذِي يَأْتِي امْرَأَتَهُ فِي دُبُرِهَا هِيَ اللُّوطِيَّةُ الصُّغْرَى» 286-343.
Dari Abdushshamad, dari Hammam, Qatadah menceritakan kepada kami, dari Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda tentang seorang lelaki yang menggauli istrinya dari dubur, "Itu adalah perbuatan kaum Luth kecil." Musnad Imam Ahmad (6672).
Berikut adab sebelum berhubungan:
1. Memberi salam dan Melangkahkan Kaki Kanan
Saat memasuki kamar atau tempat tidur disunnahkan melangkahkan kaki kanan terlebih dulu. Setelah itu mengucapkan salam.
Assalamu 'alaikum Yaa Baabar rahmah.
Artinya:"Keselamatan atas kamu wahai pintu rahmat"
Lalu istri menjawab: Wa'alaikumus salaam yaa sayyidal amiin.
Artinya: Keselamatan atas kamu pula wahai tuan yang dipercaya"
2. Tidak berpakaian
Saat melakukan hubungan intim suami hendaknya tidak menyetubuhi istrinya dalam keadaan masih berpakaian. Suami sebaiknya melepaskan semua pakaian tetapi tidak telanjang bulat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi (bersetubuh) dengan istrinya maka hendaklah keduanya menutup tubuh dan jangan telanjang bulat seperti (persetubuhan) dua ekor keledai". (HR Ibnu Majah).