Berikut ini adalah doa yang bisa dirangkai berdasarkan hadis di atas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء
“ALLOOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN JAHDIL BALAA-I, WA DAROKISY SYAQOO-I, WA SUU-IL QODHOO-I, WA SYAMAATATIL A’DAAI (artinya: Ya Allah aku meminta perlindugan kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan).”
Adapun penjelasan dari doa tersebut antara lain:
JAHDIL BALA'I merujuk pada beratnya cobaan yang dihadapi. Terkadang, cobaan tersebut begitu berat sehingga dirasa tidak lagi mampu ditanggung atau ditolak.
Cobaan ini bisa berupa penyakit fisik dan gangguan lainnya, serta gangguan dari orang lain seperti celaan, ghibah, namimah, dan fitnah.
DAROKISY SYAQOO'I mengacu pada bertemu dengan kebinasaan. Asy-syaqaa' merujuk pada lawan dari kebahagiaan.