Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada hari Senin malam tanggal 12 Rabiul Awwal, sayyidah Aminah tinggal sendirian di rumahnya. Padahal pada malam itu, sayyidah Aminah telah mulai merasakan bahwa bayi yang ada di dalam kandungannya akan segera lahir. Sehingga beliau menangis, bersedih karena beliau sendirian di dalam rumah.
Pada saat itu tiba-tiba datang 4 orang perempuan dengan perawakan tinggi, cantik dan beraroma sangat wangi. Mereka adalah empat perempuan yang paling mulia dalam Islam yaitu Maryam binti Imran, Sarah istri Ibrahim, Hajar ibu Ismail dan Asiyah binti Mazahim istri Fir’aun. Mereka datang untuk menghibur dan memberikan kabar gembira kepada sayyidah Aminah akan lahirnya manusia pilihan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-.
Rasulullah dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal Tahun fiil (gajah). Dilahirkan dalam keadaan bercelak, memakai wewangian, telah terpotong tali pusarnya, telah berkhitan dan diantara dua pundaknya terdapat khatamun nubuwwah (stempel kenabian).
Dilahirkan dalam keadaan berlutut dan mengangkat kepalanya ke langit, karena langit adalah tempat turunnya rahmat dan kiblat berdo’a. Pada hari kelahirannya, api sesembahan kaum Majusi padam, padahal belum pernah padam selama seribu tahun, danau sawah mengering, dan singgasana raja Persia goncang sehingga 15 balkonnya berguguran.
Ketika sang ibu melahirkannya, beliau melihat pada bayinya cahaya yang menyinari istana Bushra di Syam, sehingga beliau melihat leher-leher unta yang ada di sana.