Diperbolehkan mencukurnya dengan alat apa saja, baik berupa alat cukur atau sejenisnya, asalkan bersih. Bisa pula dilakukan dengan memotong/menggunting, mencukur habis, atau dengan mencabutnya.
Pertama, disarankan untuk tidak mencukur bulu kemaluan dalam keadaan kering. Mengawalinya dengan mandi air hangat akan membuat proses bercukur lebih mudah serta menghindari risiko luka gores.
Suhu hangat akan memungkinkan kulit melunak dan meluruhkan minyak dan kotoran di sekitar kemaluan. Selain itu, air juga secara alami akan menjadi pelumas untuk melemaskan folikel rambut dan mencegah rambut tertarik.
Hal utama dan terpenting saat mencukur rambut atau kemaluan adalah membaca basmallah. Tujuan adalah sebagai penutup aurat kita dari pandangan jin. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ستر ما بين أعين الجن وعورات بني آدم إذا دخل أحدكم الخلاء أن يقول : بسم الله
“Penutup antara pandangan jin dan aurat bani adam adalah ketika mereka masuk kamar mandi, mengucapkan bismillah.” (HR. Turmudzi 606 dan dishahihkan al-Albani).