Hukum bacaan Mad Arid Lissukun terjadi apabila ada huruf Mad yakni wau (و), alif (أ), dan ya (ي) bertemu dengan huruf hijaiyah (hidup) berharakat Fathah, Kasrah, Dhammah Fathatain, Kasratain, dan Dhammatain di akhir kata, kemudian waqaf (berhenti) pada akhir kata atau ayat tersebut.
Atau dengan kata lain, Mad Arid Lissukun adalah bacaan panjang karena huruf Mad bertemu dengan huruf sukun yang disebabkan karena Waqaf dan terjadi di akhir ayat. Jika tidak diwaqafkan, maka itu tetap Mad Asli atau Mad Tabi'i.
Cara membaca Mad Arid Lissukun ada tiga, antara lain yaitu:
1. Lebih utama dibaca dengan Tul (panjang) sampai 3 alif atau 6 harakat / ketukan, seperti panjang bacaan Mad Lazim Mutsaqqal kilmi.
2. Dibaca sedang yaitu dengan Tawasuth (panjang) 2 alif atau 4 harakat / ketukan, atau dua kali panjang bacaan Mad Thobi’i.
3. Atau dibaca Qasar (pendek) yaitu dengan panjang 1 alif atau 2 harakat / ketukan, seperti panjang bacaan Mad Thabi’i.