JAKARTA, iNews.id - Niat puasa Ramadhan beserta artinya merupakan hal yang esensial dalam pelaksanaan ibadah puasa. Tanpa niat, ibadah puasa yang dijalani akan tertolak lantaran niat merupakan syarat utama sahnya ibadah.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu ditetapkan dalam sidang isbat, Selasa (17/2/2026). Namun, warga Muhammadiyah sudah mulai berpuasa hari ini, Rabu (18/2/2026). Hal itu berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025, diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
Berkaitan masalah niat puasa ramadhan, Saiyid Mahadhir dalam bukunya Niat dan Imsak menjelaskan, niat puasa wajib menurut ulama Mazhab Syafi'i harus ada sejak Maghrib hingga subuh dan setiap hari harus diperbarui atau istilah fikihnya tabyt an niyyah (menanamkan niat) pada malam hari. Selain itu, niat juga harus ditentukan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu fajar, maka ia tidak berpuasa.” (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidzi: 662, dan al-Nasa’i: 2293).
Niat puasa sebulan penuh pada malam awal puasa Ramadhan, sebagaimana dilansir dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah KTB, hukumnya disunnahkan. Sedangkan hukum niat untuk puasa hari-hari setelah hari pertama ulama berbeda pendapat (khilaf).
Menurut madzhab syafi'iyah niat puasa untuk sebulan penuh tersebut cukup untuk puasa satu hari yang pertama, sehingga stiap hari puasa ramadhannya wajib diniati, jika tidak diniati maka tidak sah puasanya sebulan tersebut kecuali puasa Ramadhan hari pertamanya.
Sedangkan menurut imam Malik niat puasa Ramadhan untuk sebulan penuh sudah mencukupi, sehingga untuk hari-hari berikutnya tidak wajib niat kembali, yang artinya jika tidak niat pun sudah sah karena niatnya sudah sebulan penuh pada malam hari pertama awal puasa Ramadhan tersebut. [ Hasyiya qulyubi wa 'umairoh 2/67, Al-majmu' syarah muhadzab 6/303, Hasyiyah al-bajuri 1/288 ].
Nah, Sobat iNews.id, berikut ini bacaan doa niat puasa Ramadhan untuk dibaca pada malam hari selepas sholat tarawih maupun saat makan sahur.
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaai fardhi syahri romadhooni haadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini karena Allah.