JAKARTA, iNews.id - Bacaan doa ziarah kubur dan tahlil banyak dilakukan sebagian umat Islam di Indonesia terutama jelang datangnya Bulan Ramadhan. Pada dasarnya ziarah kubur tidak dibatasi oleh hari maupun waktu, termasuk saat jelang Ramadhan maupun di Hari Raya Idul Fitri.
Namun, para ulama menyatakan ada hari-hari yang dianjurkan untuk berziarah di antaranya hari Kamis setelah 'asar dan Jumat.
Disebutkan dalam kitab I’anat at-Thalibin juz II hlm.142:
فَقَدْ رَوَى اْلحَاكِمُ عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَنْ زَارَ قَبْرَ اَبَوَيْهِ اوَ ْاَحَدَهُمَا فِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً غَفَّرَ اللهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ.
Hadist riwayat hakim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa ziarah ke makam orang tuanya setiap hari Jumat, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti baktinya kepada orang tua".
ومن قال انه يوم عيد لا ينبغي ذكر الموت فيه فقد أخطأ لأن نبينا عليه الصلاة والسلام كان في صبيحة العيد يقرأ سورة ق وهي من السور التي فيها الكثير من الآيات عن ذكر الموت والآخرة