Rasulullah SAW tiap kali mendapat wahyu selalu memanjatkan doa agar diberikan ilmu dan dimudahkan dalam memahami wahyu yang diberikan.
فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah:"Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS. Surat Taha: 114).
Di dalam hadis sahih telah disebutkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw. sangat bersemangat bila menerima wahyu; hal inilah yang mendorongnya menggerakkan lisannya. Lalu Allah menurunkan ayat tersebut.
Sebelum itu apabila Nabi Saw, kedatangan Malaikat Jibril membawa wahyu, setiap kali Jibril mengatakan suatu ayat, Nabi Saw ikut membacanya bersama Jibril, karena keinginannya yang keras untuk menghafal Alquran dengan cepat.