"Hai Muhammad, sholat lima waktu itu untuk tiap sehari semalam, pada setiap sholat berpahala sepuluh sholat, maka itulah lima puluh kali sholat. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan kebaikan, kemudian ternyata ia tidak melakukannya dituliskan untuknya pahala satu kebaikan. Dan jika ternyata ia melakukannya, dituliskan baginya pahala sepuluh kebaikan. Dan barang siapa yang bernat melakukan keburukan, lalu ia tidak mengerjakannya maka tidak dituliskan dosanya. Dan jika ia mengerjakannya maka dituliskan baginya dosa satu keburukan."
Kemudian, Nabi Muhammad turun dan menceritakan kepada Nabi Musa. Nabi Musa pun meminta agar Rasulullah kembali meminta keringanan. Namun, Nabi Muhammad bersabda,
"Aku telah mondar-mandir kepada Rabbku hingga aku malu terhadap-Nya" (hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
Mengenai asal usul sholat 5 waktu, Allah SWT dalam Al Quran dengan jelas memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan sholat dari Subuh hingga Isya. Hal itu tertulis dalam surat Al Isra ayat 78
Arab: اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا