Latin: Waja'alnaa mimm baiyni aydiihim saddan wamin khalfihim saddann fa aghsyainaahum fahum laa yubshiruuun.
Artinya: Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (QS. Yasin ayat 9).
Menurut tafsir ringkas Kementerian Agama RI, ayat tersebut mengandung perumpamaan orang-orang yang enggan melakukan kebaikan dan selalu menolak kebenaran. Ayat tersebut menegaskan bahwa peringatan apa pun sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi kaum kafir.
Kemudian digambarkan pula bahwa orang-orang yang tidak beriman itu memandang baik perbuatan jahat yang mereka kerjakan. Hal itu menyebabkan mereka menjadi sombong, sehingga mereka enggan mengikuti ajaran rasul.
Ringkasnya, manfaat surat Yasin ayat 9 ini adalah memberikan gambaran mengenai orang musyrik yang selalu berada dalam penjara kebodohan, seolah-olah hati mereka dipisahkan oleh dinding, sehingga mereka tidak bisa berpikir dan merenungkan dalil-dalil kebenaran ajaran yang dibawa rasul.