JAKARTA, iNews.id - Bangsa Yahudi dan Bani Israil dikenal dengan tabiatnya yang keras kepala, suka melakukan kerusakan dan permusuhan sesama manusia. Mereka juga kerap ingkar dan mendustakan atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, orang-orang Yahudi adalah pengikut Nabi Musa alaihisalam, yaitu mereka yang berpegang kepada kitab Taurat di zamannya.
Kata Al-Yahud diambil dari kata al-hawadah yang artinya kasih sayang, atau berasal dari kata at-tahawwud yang artinya tobat, seperti yang dikatakan oleh Musa alaihisalam dalam firman-Nya:
{إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ}
Sesungguhnya kami kembali kepada Engkau. (Al-A'raf: 156)
Maksudnya, kami bertobat kepada Engkau. Seakan-akan mereka dinamakan demikian pada asal mulanya karena tobat dan kasih sayang sebagian mereka kepada sebagian yang lain.
Menurut pendapat yang lain, nama Yahudi itu dinisbatkan (dikaitkan) dengan Yahuda, nama anak tertua Ya'qub. Abu Amr ibnul Ala mengatakan, disebut demikian karena mereka selalu bergerak di kala membaca kitab Taurat.