Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat tentang bulan haram. Antara lain disebutkan bahwa menjalankan ibadah di bulan-bulan haram, termasuk Dzulhijjah akan dilipatkan pahalanya. Namun jika berbuat dosa, maka dilipatkan pula ganjarannya.
في كلهن، ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما، وعظم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم.
"(Janganlah kalian menganiaya diri kalian) dalam seluruh bulan. Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan Allah pun mengagungkan kemuliaannya. Allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar. Demikian pula, Allah pun menjadikan amalan shalih dan ganjaran yang didapatkan di dalamnya lebih besar pula" (Tafsir Ibnu Katsir: 3/26).
Dzulhijjah boleh dibilang mirip dengan Ramadhan. Keduanya sama-sama memiliki waktu yang utama.
Bedanya, Ramadhan mempunyai keutamaan pada malam hari, sedangkan keutamaan Dzulhijjah terletak di siang hari.
“Seseorang bertanya:”Yang manakah yang lebih afdhal sepuluh terakhir di bulan Ramadhan ataukah sepuluh awal bulan Dzulhijjah ?” Imam Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata “Jika dilihat pada waktu malamnya, maka sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama.” (Zaadul Ma’ad 1:57)
Itulah 5 keutamaan bulan Dzulhijjah. Bisa disimpulkan bahwa bulan ini sangat istimewa singga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Wallahualam bissawab