Di seluruh dunia, hanya ada 200.000 orang dengan sindrom yang sama seperti Mehlani Dickerson. Meskipun berbahaya, sindrom ini tetap memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Karena sindrom tersebut, gadis cilik itu sangat sensitif terhadap cahaya. Jadi, kapan pun Mehlani Dickerson ingin pergi ke luar rumah, baik akan masuk mobil atau ke taman bermain, ia harus mengenakan kacamata hitam untuk menghalangi sinar matahari.
Mehlani Dickerson memiliki peluang 50 persen untuk mengembangkan kondisi sekunder yang disebut sebagai glaukoma. Glaukoma sendiri merupakan penyakit yang mengakibatkan terjadinya penumpukan tekanan di ruang depan mata yang pada gilirannya dapat merusak saraf optik dan menyebabkan hilangnya penglihatan.
Namun sejauh ini, Mehlani Dickerson beruntung dapat mempertahankan kemampuannya untuk melihat. Hal itu terjadi berkat operasi yang dilakukan gadis kecil itu saat masih berusia lima bulan.
Karena operasi tersebut, Mehlani Dickerson memiliki saluran drainase buatan yang menjaga tekanan matanya tetap normal. Pasalnya, saluran drainase di matanya sebelumnya tidak terbentuk dengan benar dan memungkinkan cairan menumpuk di sana yang otomatis akan memperburuk glaukomanya.