Artinya: "Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru; Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."
Karena memiliki sifat amanah, seorang utusan Allah tidak mungkin memiliki sifat khianat atau ingkar janji.
Sifat tersebut tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 106.
اِتَّبِعۡ مَاۤ اُوۡحِىَ اِلَيۡكَ مِنۡ رَّبِّكَۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ وَاَعۡرِضۡ عَنِ الۡمُشۡرِكِيۡنَ
Artinya: "Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik."
Sifat yang mustahil dimiliki oleh Rasulullah adalah kitman atau menyembunyikan kebenaran wahyu kepada umat manusia. Hal tersebut akan bertentangan dengan sifat tabligh yang wajib dimiliki oleh Rasul.