اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Artinya: Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An Nisa: 103).
Lantas bagaimana rukun sholat sesuai dengan ajaran Nabi? Sebelum mengulas hal itu, perlu diketahui dahulu syarat sholat sebagai berikut:
-Beragama Islam.
-Sudah baligh dan berakal.
-Suci dari hadas kecil dan besar.
-Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat.
-Menutup aurat (aurat laki-laki dari pusat sampai lutut, perempuan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan). Sudah masuk waktu sholat.
-Menghadap Kiblat.
-Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah.
Sholat bisa dianggap tidak sah jika didirikan tanpa ada niat. Selain itu, ibadah utama tersebut juga tidak akan diterima jika diniatkan bukan karena Allah. Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
"Setiap amal tergantung pada niatnya” (HR. Bukhari-Muslim).
Berdiri tegak menghadap kiblat termasuk rukun sholat. Salah satu dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :