3. Menggunakan Kata Syaqq dan derivasinya, kata ini disebutkan dalam beberapa surat yaitu Surat Qaf ayat 44, Surat Maryam ayat 90 dan Surat ‘Abasa ayat 26.
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
Latin: Tsumma syaqaqnal ardho syaqqoo
Artinya: kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. (QS. 'Abasa: 26)
4. Menggunakan Kata Qath’al-Ardl kata ini disebutkan dalam Surat Ar Ra’d ayat 31
وَلَوْ اَنَّ قُرْاٰنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ اَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْاَرْضُ اَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتٰىۗ بَلْ لِّلّٰهِ الْاَمْرُ جَمِيْعًاۗ
Latin: Walau anna qur aanan suyyirat bihil jibaalu auw quththi'at bihil ardhu auw kullama bihil mautaa bal lillaahil amru jamii'aa
Artinya: Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. (QS. Ar Ra'du: 31)