"Saya langsung dengar, enak, dan saya lagi ada ketertarikan sama musik drum and bass. Terus bantu lirik dan cari judulnya kayak cari nama anak, kasih pilihan ke Dipha Barus," beber Kunto Aji.
Ide kreatif musisi ini menghadirkan konsep party di warteg rupanya menuai polemik di media sosial. Ada kelompok yang pro, sedangkan ada juga yang kontra dengan anggapan mengganggu pengunjung warteg lain yang ingin makan.
Komentar kontra yang paling disorot di X datang dari akun @dntlrt.
"Gak usah dinormalisasi lah. Orang sudah susah, capek kerja, mau cari makan murah masih harus keganggu kegiatan gak penting begini. Do stuffs in place they belong to aja lah," kata netizen tersebut. Komentar itu mendapat atensi 1,6 juta netizen X lainnya.
Kunto Aji dan Dipha Barus pun coba menanggapi komentar buruk terkait konsep perilisan single terbaru ala mereka.
"Duh, masalah nge-salty rilis lagu di warteg gak usah tag-tag ogut, ya. Itu dinalar juga gampang kok. Ya, masa kami bikin acara gak dipikirin dan ngerugiin orang lain," kata Kunto Aji.