Putri telah mengalami keadaan tunanetra sejak usianya 3 bulan. Kondisi ini bermula ketika ia lahir prematur setelah 6 bulan 18 hari dalam kandungan ibunya, karena sang ibu mengalami plasenta previa.
Ketika baru dilahirkan, Putri harus dirawat dalam inkubator selama 3 bulan. Orang tua Putri bahkan membawanya ke Singapura untuk perawatan lebih lanjut dan melakukan operasi pada matanya yang kanan.
Namun, upaya ini tidak berhasil, dan pada akhirnya ia dinyatakan sebagai tunanetra total pada usia 3 bulan.
Walaupun menghadapi kondisi tersebut, Putri tumbuh menjadi seorang anak yang memiliki bakat luar biasa. Keterbatasannya dalam penglihatan tidak menghalanginya untuk terus maju dan bersinar.
Saat ini, Putri tengah menjalani pendidikan di SMK Negeri 2 Kasihan, atau dikenal sebagai Sekolah Menengah Musik Yogyakarta (SMM) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengambil jurusan dengan spesialisasi Instrumen Mayor Flute.