Setahun berjalan, W.H.Y Gank pun memutuskan untuk vakum untuk beberapa waktu. Takdir pun membawa mereka bertemu dengan gitaris kawakan, Eross Candra, yang nantinya menjadi lead gitar mereka.
Mereka berempat kemudian memutuskan untuk memulai sebuah band baru. Di awal langkahnya, mereka kemudian bertemu dengan Anton Widiastanto sang pemain drum yang dikenalkan oleh Eross pada saat latihan perdana berlangsung. Usai menjalani sesi latihan pertama, mereka memutuskan untuk kembali mengubah nama band ini dengan Sheilagank pada 6 Mei 1996.
Tanggal tersebut juga sebagai hari lahir mereka. Bersama Sheilagank, Duta, Adam, Anton, Sakti, dan Eross sempat malang melintang dihelatan pensi dan festival band SMA se-Jateng DIY selama kurang lebih 2 tahun. Angin segar pun mulai berhembus. Pada pertengahan 1998 akhirnya mereka mendapatkan kontrak rekaman pedana bersama label Sony Music Entertainment Indonesia.
Mereka kembali mengubah nama band menjadi Sheila On 7. Sementara, nama Sheilagank sendiri digunakan bagi pendengar setia karya mereka. Nama tersebut acap kali disebut dalam perbincangan mereka. Sedangkan "On 7" malingkupi 7 notasi dasar dalam musik yaitu do-re-mi-fa-sol-la-si. Secara garis besar Sheila On 7 sendiri berarti teman-teman "Sheila" yang memainkan 7 nada atau memainkan musik.
Sepanjang kiprahnya, Sheila On 7 ternyata sempat mengalami beberapa kali perubahan formasi. Sang drummer sekaligus salah satu pendiri Sheila On 7, Anton Widiastanto, terpaksa didepak lantaran dianggap tak disipilin. Pada Oktober 2004, Brian Kresna Putro masuk menggantikan Anton untuk mengisi kekosongan pada instrument drum. Brian kemudian mengemban tugas sebagai penabuh drum penggangi dengan tampil bersama Sheila On 7 di berbagai tur untuk promo album Pejantan Tangguh.