Selain itu, ada tiga lagu pilihan, yaitu 'Ama Begira Zazu' yang merupakan lagu rakyat Basque yang diaransemen Vatara A. Silalahi; '137 Hip-Street' diaransemen oleh komposer Indonesia Fero Aldiansya Stefabus; dan 'Der Frühlingswind' karya komposer Jepang Toyotaka Tsuchida.
Penampilan TRCC dinilai para juri-juri terkemuka seperti Josu Elberdin Badiola, Nicole Corti, Miguel Ángel García Cañamero, Gary Graden, María Guinand, Oleksii Shamrytskyi, serta Dario Tabbia.
Dengan kriteria penilaian meliputi teknik vokal, pengucapan, interpretasi, hingga ekspresi artistik, TRCC berhasil memukau juri. Tak hanya itu, TRCC menjadi satu-satunya paduan suara Indonesia yang tampil di kategori anak, di antara lima kelompok terbaik lainnya dari Latvia, Lithuania, China, Afrika Selatan, dan Korea Selatan.
Hal itu menjadikan kemenangan ini prestasi luar biasa bagi Indonesia di panggung dunia.
Konduktor sekaligus direktur musik The Resonanz Music Studio, Maestro Avip Priatna, Mag. Art., mengungkapkan alasan di balik pemilihan lagu-lagu tersebut.