"Kehadiran musisi internasional dan lokal lintas genre membuat pengalaman festival jadi lebih relevan dengan generasi sekarang," tambahnya.
Menurutnya, perubahan karakter festival juga tidak lepas dari kebutuhan generasi muda yang mencari pengalaman lebih dari sekadar pertunjukan musik. Aktivasi seperti ruang bersantai, instalasi seni interaktif, hingga area khusus untuk berbagi momen di media sosial menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.
"Anak muda sekarang datang ke festival untuk menikmati experience secara keseluruhan. Mereka ingin bisa bebas berekspresi, explore musik, dan juga punya momen yang bisa dibagikan. Itu yang membuat festival seperti Java Jazz semakin hidup dan dinamis," tambahnya.
Di sisi lain, kehadiran brand lifestyle seperti MLDSPOT juga ikut memperkuat transformasi tersebut melalui berbagai aktivasi kreatif yang dirancang untuk menciptakan pengalaman festival yang lebih interaktif dan personal bagi pengunjung.
Dengan kombinasi line-up internasional, musisi lokal papan atas, serta pendekatan festival yang semakin immersive, Java Jazz 2026 menegaskan posisinya sebagai salah satu festival musik yang berhasil mengikuti perubahan selera generasi muda.
So, apakah Anda sudah mengagendakan diri untuk menghadiri Java Jazz 2026 yang akan dimulai dari 29–31 Mei 2026 di NICE PIK 2?